Logo Sekolah
SMP Muhammadiyah Merauke
Sekolah
Berkemajuan
Rumah
Pendidikan

Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah Bekali SMP Muhammadiyah Merauke Strategi Peningkatan Mutu Sekolah dan Persiapan Kelas Bilingual

14 May 2026 Umum 45 kali dilihat
MERAUKE – Dalam upaya memperkuat kualitas pendidikan di ujung timur Indonesia, Majelis Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) dan Pendidikan Non Formal (PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar kegiatan Pendampingan Penjaminan Mutu Sekolah di SMP Muhammadiyah Merauke, Kamis (14/5/2026).

Acara ini menghadirkan narasumber utama, Dr. H. Kasiyarno, M.Hum., yang merupakan Wakil Ketua Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah. Kehadirannya bertujuan memberikan penguatan strategis bagi jajaran pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah tersebut.

Dalam paparannya, Dr. Kasiyarno menekankan 9 etos kerja yang wajib dimiliki oleh seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) agar sekolah Muhammadiyah mampu berkembang secara kompetitif dan unggul:

1. Kerja Keras: Memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan setiap tugas.

2. Kerja Cerdas: Mengedepankan kreativitas dan efisiensi dalam bekerja.

3. Kerja Tuntas: Memastikan setiap program terlaksana sepenuhnya hingga tuntas.

4. Kerja Mumtaz (Kualitas): Berorientasi pada hasil yang istimewa dan bermutu tinggi.

5. Kerja Mawas: Rutin melakukan refleksi dan evaluasi diri secara objektif.

6. Kerja Sinergitas: Membangun kerja sama kolektif antar-lembaga di bawah Persyarikatan Muhammadiyah guna menghindari konflik dan memperkuat persatuan.

7. Menjaga Trust (Kredibilitas): Membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang aman dan nyaman.

8. Mengimbaskan: Aktif berbagi praktik baik (best practice) melalui sistem klasterisasi sekolah.

9/ Kerja Ikhlas: Meniatkan seluruh aktivitas sebagai ibadah Lillahi Ta’ala sebagai bentuk komitmen bersama.


Selain motivasi kerja, Dr. Kasiyarno juga membedah teknis penjaminan mutu yang mencakup dokumentasi visi-misi sekolah dan penyusunan Rencana Strategis (Renstra).

"Penjaminan mutu harus menjadi siklus yang tidak terputus, mulai dari penetapan program, pelaksanaan, evaluasi melalui Audit Mutu Internal (AMI), pengendalian, hingga peningkatan berkelanjutan," tegasnya.

Pada sesi tanya jawab, antusiasme peserta terlihat saat Eka Ari Ardhyanto, salah satu guru SMP Muhammadiyah Merauke, menyampaikan aspirasi sekolah bercita-cita untuk membuka kelas bilingual.

Menanggapi mimpi besar tersebut, Dr. Kasiyarno memberikan tiga langkah konkret:

Penguatan SDM: Menyiapkan guru-guru agar memiliki kompetensi bahasa asing yang mumpuni sebagai fondasi utama.

Pilot Project: Memulai langkah awal dengan membuka satu rombongan belajar (rombel) terlebih dahulu sebagai kelas percontohan.

Dukungan Literasi: Ia menginformasikan bahwa Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah telah merilis Buku MIPA Bilingual untuk mendukung sekolah yang ingin mengimplementasikan program internasional.

Kegiatan pendampingan ini diharapkan menjadi momentum bagi SMP Muhammadiyah Merauke untuk terus bertransformasi menjadi institusi pendidikan yang berkemajuan dan berdaya saing global.

Galeri Dokumentasi

Kembali ke Beranda